MEMBANDINGKAN FUZZY LOGIC MODEL SUGENO DAN MODEL TSUKAMOTO

 Model Sugeno

Model Sugeno adalah salah satu bentuk dari sistem kontrol fuzzy yang dikenal dalam fuzzy logic. Dikembangkan oleh Takagi dan Sugeno pada awal tahun 1980-an, model Sugeno dikenal karena kemampuannya menghasilkan output berdasarkan aturan-aturan yang bersifat linguistik dan kombinasi linier dari input. Berbeda dengan model Mamdani, yang menghasilkan output fuzzy, model Sugeno memberikan output yang bersifat krisp atau tegas, yaitu nilai numerik konkrit.

Model Tsukamoto

Model Tsukamoto, yang juga dikenal sebagai sistem kontrol fuzzy Tsukamoto, adalah salah satu pendekatan dalam fuzzy logic yang dikembangkan oleh Jepang. Model ini berfokus pada pemodelan ketidakpastian dan nilai kebenaran dalam pengambilan keputusan dengan menggunakan konsep distribusi keanggotaan. Model Tsukamoto dikenal karena kemampuannya mengatasi masalah ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

Perbedaan Model Sugeno dan Tsukamoto

1.      Karakteristik Output:

·         Model Sugeno: Menghasilkan keluaran yang bersifat krisp atau tegas, yaitu nilai numerik konkret. Outputnya adalah variabel numerik yang jelas dan tegas.

·         Model Tsukamoto: Menghasilkan keluaran yang bersifat fuzzy, yaitu variabel fuzzy dengan distribusi keanggotaan. Outputnya memberikan gambaran tingkat keanggotaan pada setiap himpunan fuzzy.

2.      Fungsi Output:

·         Model Sugeno: Fungsi outputnya bersifat linier. Setiap aturan menyumbang secara linier terhadap nilai output.

·         Model Tsukamoto: Fungsi outputnya dapat bersifat nonlinier. Distribusi keanggotaan variabel output dapat menggambarkan karakteristik nonlinier.

3.      Formulasi Aturan:

·         Model Sugeno: Aturan-aturan dinyatakan dalam bentuk "IF-THEN" dengan bagian konklusi THEN berupa nilai numerik konkret.

·         Model Tsukamoto: Aturan-aturan juga dinyatakan dalam bentuk "IF-THEN", tetapi bagian konklusi THEN berupa variabel fuzzy dengan distribusi keanggotaan.

4.      Konteks Aplikasi:

·         Model Sugeno: Sering digunakan dalam konteks sistem pengendalian di mana output yang jelas dan tegas diperlukan.

·         Model Tsukamoto Sering digunakan dalam konteks pengambilan keputusan di mana output yang bersifat fuzzy memberikan ketelitian dan adaptabilitas yang diperlukan dalam situasi ketidakpastian.

Persamaan Model Sugeno dan Tsukamoto

1. Kontrol dan Pengambilan Keputusan

Kedua model dapat diterapkan dalam pengendalian sistem dan pengambilan keputusan, meskipun preferensi penggunaan tergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi.


2. Fokus pada Variable Linguistik

Keduanya berfokus pada pemodelan variabel linguistik, di mana nilai numerik diterjemahkan ke dalam himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan.


3. Menggunakan Inferensi Fuzzy

Baik Model Sugeno maupun Model Tsukamoto melibatkan inferensi fuzzy untuk menentukan tingkat keanggotaan variabel input terhadap himpunan fuzzy.


4. Menggunakan Aturan "IF-THEN"

Kedua model memanfaatkan aturan fuzzy dalam bentuk "IF-THEN" untuk menyatakan hubungan antara variabel input dan output.


5. Menggunakan Fungsi Keanggotaan

Keduanya menggunakan fungsi keanggotaan untuk menggambarkan sejauh mana suatu nilai input termasuk dalam himpunan fuzzy.


6. Fleksibilitas dalam Pemodelan Sistem

Keduanya memberikan fleksibilitas dalam pemodelan sistem dan memungkinkan integrasi pengetahuan manusia ke dalam suatu sistem.

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram